Jumat, 27 Januari 2012

Metode Latihan Dalam Belajar Keterampilan Motorik

Pengertian Latihan. secara sederhana latihan dapat dirumuskan yaitu segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban, waktu,dan itensitasnya. Dalam bidang olahraga tujuan akhir dari latihan adalah untuk meningkatkan atau mempertinggi penampilan olahraga baik dari segi fisik maupun tekniknya.Menurut Suparman(1987) dan Rhantokhman (1988)Latihan adalah proses kegiatan pengajaran yang dilakukan siswa dengan guru daam rangka menerapkan konsep,prinsip dan prosedur yang sedang dipelajari, kedalam praktek yang relevan dengan pekerjaan.
Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode latihan adalah prosedur atau cara yang tersusun secara sistematis dan terencaa yang dipilih pelatih atau guru untuk meningkatkan secara menyeluruh baik kondisi fisik,teknik, maupun psikologi atlet atau anak didiknya ,agar ketrampilannya lebih baik pada suatu jenis ketrampilan khusus

Metode Dan Latihan Dalam Pembelajaran Motorik 
  • Metode latihan bagian
  • Metode latihan keseluruhan
  • Metode belajar dengan latihan mental
Metode Latihan Bagian

Metode ini dalam hal mempelajari sutu gerakan tidak langsung secara keseluruhan tapi dari tiap sesi ke sesi selanjutnya dari gerakan yang simple dan paling mudah ke gerakan yang lebih sulit. Metode latihan bagian adalah salah satu cara yang menitikberatkan pada bagian bagian dari suatu bahan pengajaran.Menurut Singer(1980),metode bagian adalah suatu cara latihan yang bertitik tolak pada pandangan bahwa suatu latihan dapat diberikan menurut bagian-bagiannya ,tahap-tahap latihan seharusnya dipermudah dan dibagi-bagi.
Pola belajar ketrampilan motorik bagian ini merupakan modifikasi dari teori beljar stimulus respon atau behavior elementaristik Seperti yang sudah dijelasakan diatas tadi metode bagian ini dimulai dari yang termudah ke yang tersulit. Dengan hal itu diharapkan anak lebih menguasai elemen-elemen internal suatu ketrampilan,dan akhirnya menjadi ketrampilan yang utuh.
Penerapan teori koneksionisma Torndike dalam belajar motorik sebagai berikut a). Kegitan belajar perbagian harus dilakuknan dengan kondisi yang gembira agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik tanpa ada rasa terpaksa. b)Anak didik harus siap menerima materi pelajaran baik secara fisik maupun psikologis.c)Ketrampilan yang diajarkan dalam metode bagian harus dimulai dari yang palin mudah menuju yang sulit dan disatukan menjadi suatu gerakan yang utuh. d) Pola belajar ini harus melalui prosdur yang ada yaitu bagian perbagian dan tidak boleh melompat lompat.
Dapat disimpulkan bahawa metode latihn bagian adalah suatau metode yang digunakan seorang pelatih atau pendidik yang mengejarkan anak didiknya bagian perbagian dari yang paling mudah ke yang sulit yang dipraktekkan bagian perbagian pula untuk menguasai suatu rangkaian gerakan yang utuh.Misalnya saat melakuan latihan berenang anak di ajari dulu untuk meluncur,kemudian diajarkan unutk menggerakkan kaki,menggerakkan kedua tangan setelah semua diajarkan barulah seluruh gerakan tersebut dirangkai menjadi satu gerakan yang utuh yaitu berenang.jadi anak tidak langsung disuruh berenang.

Metode Latihan Keseluruhan

Metode latihan keseluruhan adalah metode yang mengajarkan ketrampilan motorik dalam suatu gerakan yang utuh.dari suatu bahan pengajaran yang ingin disampaikan.Ini adalah kebalikan dari metode bagian.Metode latihan ini adalah latihan yang mengacu pada belajar dengan melihat pola dan organisasai bagian-bagian kedalam suatu keseluruhan yang berada didalam situasai permasalahan,selain itu dapat mengamati stimulus atau rangsangan dalam suatu rangkaina gerakan yang terorganisir. Bukan dalam bagian-bagian yang terpisah. Yang dipelajari hanya yang bersifat keseluruhan bukan dalam suatu bagian-bagian. Dalam metode ini individu mendapat insight yaitu:
1. Pemahaman yang diperoleh bersifat keseluruhan yang secara mendadak dari hubungan dari bagian-bagian
2. Subyek dapat mengamati dan menempatkan setiap bagian gerakan
3. Subyek terlibat secara aktif dalam pemecahan masalah yang dihadapi.
Konsep dasar keseluruhan dalam memepelajari ketrampilan motorik merupakan modifikasi dari teori wholistik . Ide pokok teori ini adalah anak mengorganisasi respon atau presepsinya kedalam pola atau bentuk keseluruhan dalam menghadapi sutu permasalahan yang terjadi.
Lutan(1988) menjelaskan penerapan teori gestalt dalam proses belajar motorik sebagai berikut: a)Aktifitas gerak dilakukan dalam bentuk keseluruhan ,bukan terpisah-pisah,oleh karena itu siswa harus sadar dan memahami bentuk keseluruhan ketrampilan yang dipelajari b)Tugas guru atau instruktur memaksimumkan transfer dari berbagai kegiatan c)Faktor Insight penting untuk memecahkan masalah.Untuk ini latihan mental sangat bermanfaat untuk kelancaran proses belajar.d)Pemahaman terhadap keterkaitan bagian-bagian dari suatu ketrampilan merupakan perihal penting untuk melakukan ketrampilan yang efektif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode latihan adalah suatu metode yang digunakan untuk megajarkan atau melatih anak untuk mencapai suatu ketrampilan tertentu yang berupa rangkaian gerakan dengan mengajarkannya secara keseluruhan dan juga anak disuruh untuk memepraktekkan secara keseluruhan pula contoh dalam mengajarakan renang kepada anak pelatih tau guru langsung memeberi contoh gerakan renang secara keseluruhan dan anak juga disuruh untuk memparaktikkannya secara keseluruhan pula.

Metode Belajar Dengan Latihan Mental

Latihan mental digunakan untuk membantu malakukan instropektif atau latihan yang tidak terlihat dalam diri individu.Oxendine(1984)menjelaskan bahwa kecakapan teknik juga dapat ditingkatkan dengan mental rehearsal (mengulang kembali dengan mental),dengan mengamati orang lain atau dengan cara memikirkan cara pelaksanaan gerakan itu.Dapat didefinisikan latihan mental adalah suatu metode latihan yang menggunakan imajinasi tanpa latihan teknik yang nyata untuk penampilan pada suatu tugas atau ketrampilan.Drowatzky(1981)mendefinisikan latihan mental adalah metode belajar yang tidak memerlukan suatu respon yang tampak pada bagian diri atlet.Pada saat melakukan latihan mental tidak terdapat gerakan pada diri atlit.Atlit membayangkan mengenai gerkan yang ditampilkan.Sehingga pada saat melakukan latihan orang lain tidak dapat mengamatinya karena ini bukan hal yang nyata.
Menurut Richarson yang dikutip Carron(1971),dijelaskan bahwa Psychoneuromuscular Explanation terjadi saat seseorang malakukan latihan mental ia memindahkan rangsangan saraf ke kelompok otot yang spesifik dan menerima umpan balik dari hasil yang dibayangkan. Dengan dasar umpan balik inilah terjadi perbaikan yang digunakan untuk penampilan.
Berdasarkan teori psikologi maka proses yang terjadi pada saat latihan mental adalah proses pengkodean informasi mengenai cara penampilan gerakan tertentu serta penyimpanan informasi untuk digunakan pada masa yang akan datang.Carron(1971) membagi latihan mental berdasarkan fungsinya menjadi dua ;Pertama latihan mental yang berfungsi untuk meningkatkan ketrampilan motori.Yang kedua latihan mental memilki fungsimeningkatkan kesiapan psiklogis atlet dalam menghadapi perlombaan. Dalam hal ini latihan mental dapat sebagai relaksasi sehingga rasa takut dan ketegangan yang biasa dialami altet menjelang perlombaan dapat dihilangkan. Latihan mentaldapat juga berguna untuk melatih konsentrasi dan pemusatan perhatian bagi atlet.terutama bagi atlet yang memerlukan konsentrasi tinggi
Latihan mental juga dapat membantu atlet dalam melakukan proses pengolahan informasi mengenai cara menampilkan gerakan yang tepat pada tahap awal belajar.Dengan latihan mental ,tahap kognitif dapat dilalui denagn lebih baik sehingga ketrampilan motorik dapat dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat.Latihan mental juga dapat menambah semangat dalam menghadapi perlombaan ,karena dengan latihan mental dapat membiasakan diri dengan keadaan perlombaan.Juga dapat meningkatkan daya juang si atlet. Agar latihan ini memberi dampak yang positif harus memiliki pengalaman dalam tugas yang harus dibayangkan.
Jadi jelalah latihan mental sangat berperan untuk mempelajari suatu jenis ketrampilan sebagaiman yang berlaku pada latihan teknik.Bedanya latihan teknik menggunakan aktivitas fisik sedangkan latihan mental tidak menggunakan aktivitas fisik hanya menggunakan pemahaman materi.



TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA